fbpx
Cara Membuat Sales Page keren dan Menjual Meskipun pemula.

Cara Membuat Sales Page keren dan Menjual Meskipun pemula.

Sebelum anda membuat sales page keren dan menjual meskipun pemula, coba anda perhatikan hal berikut ini…

1. Apa tujuan sales page anda?
Apa yang akan dilakukan pengunjung setelah mencapai landing page anda? Apakah membeli produk? Mengisi formulir? Mendaftar newsletter? Mendapatkan ebook? Langkah pertama sebelum menerapkan strategi apapun adalah menentukan tujuan. Anda harus tahu benar tujuan sales letter anda.

2. Siapa saingan anda?
Dengan siapa anda bersaing? Perhatikan saingan anda. Perhatikan bagaimana mereka berhasil? Lihat apa saja yang mereka lakukan? Anda bisa mengikuti strategi-startegi yang mereka gunakan.

3. Siapa audiens anda?
Kenali keinginan, harapan dan impian audiens anda. Semakin anda memahami audiens anda, semakin anda mengerti kebutuhan mereka.

4. Bagaimana audiens ke landing page anda?
Apakah melalui google? Twitter? Facebook? Pilih sales page yang cocok dengan tempat /media yang anda gunakan.
Prinsip sales page persuasif adalah menghasilkan sales letter yang emosional, menghipnotis dan yang akan mendorong orang lain untuk membeli produk yang anda tawarkan. Prinsip ini juga menggunakan rumus Copywriting :

AIDA: Attention(Perhatian), Interest (Minat),Desire (Keinginan), Action(Tindakan).

Langkah-langkah menulis sales page persuasif meskipun pemula:

1. Kreatifitas (Perhatian)

Bagian pertama ini adalah mengenai bagaimana menulis headline. Headline merupakan elemen penting bagi sales page. Apakah sales page anda akan dibaca pengunjung? Itu tergantung headline yang anda buat. Elemen dari headline:

1. Sampaikan sesuatu yang emosional, bila perlu mengejutkan.
2. Informasikan keuntungan/manfaat utama produk Anda.
3. Buatlah pengunjung penasaran.
4. Buat seakan judul yang anda buat khusus untuk mereka secara pribadi.
5. Buatlah Judul sesingkat mungkin, jangan buang waktu pengunjung Anda.
Contoh headline:

“Rahasia Menghasilkan Uang melalui Internet”

Judul di atas membuat rasa penasaran pengunjung website anda.

2. Komunikatif (Minat & Keinginan)

Secara garis besar isi sales page adalah seputar informasi produk, value, Benefit, dll. Umumnya bagian isi ini memerlukan penjelasan dan cukup menyita waktu pengunjung. Kemampuan komunikasi Anda dibutuhkan agar pengunjung tidak bosan. Bagaimana menjadi komunikatif dalam sales letter persuasif?

1. Mulailah dengan perkenalkan diri Anda
2. Sampaikan manfaat yang di dapat dari produk yang anda tawarkan
3. Susunlah bahasanya dengan cara yang mudah dipahami/sederhana, boleh sedikit berlebihan.
4. Buatlah seperti sebuah dialog, misalnya berupa pertanyaan agar lebih interaktif
5. Sisipkan sedikit humor atau motivasi agar pengunjung tidak lelah/jenuh
6. Berikan testimoni dari customer anda
7. Cantumkan penawaran harga yang menarik
8. Berikan bonus

Baca juga : 3 sumber income dari blog

Jika sudah cukup menjelaskan produk yang di tawarkan, letakkan fitur CALL to ACTION yang merupakan link untuk mengarahkan pengunjung melakukan order.

3. Pembelian (Tindakan)

Bagaimana mendorong pengunjung agar mengambil tindakan untuk membeli? Persuasi mengajarkan bagaimana proses mengambil keputusan untuk membeli itu terjadi. Anda bisa memakai kata-kata persuasif untuk mengkonversi penjualan, untuk meyakinkan pengunjung bahwa sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk mereka membeli Dagangan Anda, misalnya :

1. Promo diskon hanya 3 hari, lakukan pemesanan sekarang!
2. Jangan lewatkan kesempatan emas mendapatkan ebook training, GRATIS!!!
Sertakan pula jaminan/garansi merupakan salah satu kekuatan dalam meyakinkan seseorang bahwa produk Anda berkualitas.

Itulah cara membuat sales page keren dan menjual meskipun pemula, semoga bermanfaat.
Mau belajar bikin Sales page? klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

small_c_popup.png

Download Gratis!

Ebook Premium, 9 Strategi Affiliate Marketing

Bisnis Online Anda jalan di tempat tanpa ada pertumbuhan?

Seringkali Para Pelaku Bisnis Online Pemula tidak menyadari kesalahan yang di lakukan,hingga akhirnya Bisnis itu BERHENTI DI TENGAH JALAN.