Home / Tips Bisnis / 9 cara melakukan teknik closing dengan CEPAT dan MUDAH menggunakan metode yang SEDERHANA!!

9 cara melakukan teknik closing dengan CEPAT dan MUDAH menggunakan metode yang SEDERHANA!!

CLOSING merupakan hal terpenting dalam penjualan,bagaimana tidak….tanpa adanya closing artinya tak ada UANG masuk ke rekening,tak ada uang masuk ke rekening membuat anda jadi PUSING.hehe…

Ada banyak cara untuk melakukan teknik CLOSING,namun kali ini kita akan bahas 9 yang sangat penting,apa saja itu:

1. Bukan pandai bicara.. Tapi pandai bertanya

Seringkali diantara anda yang mengatakan bahwa penjual adalah
yang pandai bicara. Padahal, penjual cerdas adalah bukan yang
pandai bicara, melainkan pandai bertanya..

Maka tugas anda yang pertama adalah, pandai – pandai bertanya
kepada calon pembeli. Sebisa mungkin, aktif dalam bertanya agar
tidak terjadi ‘kaku’ dalam percakapan ( chat ).
Contoh jika anda bersikap kaku dan tak pandai bertanya..

Calon pembeli ( CP )
Anda ( A )
CP : Halo kak..
A : Halo..
CP : Mau tanya dong.. Hijab yang difoto ini berapa?
A : Ooh.. Itu hanya 100rb kak 🙂
CP : Oooh gitu.. Yaudah kak, makasih ya..
A : Mau kak?
CP : Nanti saya kabarin lagi yaa..
– Dan chat selesai dengan mengenaskan –
Beda jika anda pandai bertanya, sehingga suasana chat menjadi
lebih ramai..
CP : Halo kak..
A : Haii.. Terimakasih sudah menghubungi kami. Ada yang bisa
kami bantu kak?
CP : Kalo yang ini berapa harganya?
A : Oooh.. Pilihan yang bagus kak, yang itu hanya 100 Ribu koq.
Kalo boleh tau cari hijab yang seperti apa kak? 🙂
CP : Saya lagi cari yang syar’i nih..
A : Wah syar’i yaa.. Kebetulan dong, pas. Kami syar’i semua. Mau
cari yang warna apa? Di kami ada merah, kuning, hijau, putih..
CP : Hmmm…. Boleh liat fotonya?
A : ( Kirim foto )
A : By the way, mau dipakai untuk sehari – hari atau pergi keluar
kak?
CP : Sehari – hari
A : Kayaknya warna putih atau hijau lebih pas.. Tapi kakak sukanya
yang mana?
CP : Merah kayaknya..
A : Baik, kami siapkan yaa… Mau dikirim hari ini atau besok kak?
CP : Besok aja deh..
A : Mau beli 1 atau 2 kak? Heheh lumayan ada promo kalau 2
diskon 20 ribu. Jadinya lebih hemat.. Belum lagi ongkirnya cuma
kena 1 x.. 🙂
CP : Satu aja dulu deh..
A : Boleh kak.. Satu juga cukup koq 🙂 Mau dikirim ke alamat mana
kak?
CP : Ke jakarta
A : Cuma 10 ribu ongkirnya, murah kak 🙂
A : ( Menyodorkan format order ) Silahkan isi nama, alamat, no hp,
silahkan transfer ke BCA 123456, dst
– Dan terjadilah closing –

2. Tinggalkan kesan

Ini penting! Tinggalkan kesan yang manis dan ramah dalam chat
anda.. Kenapa ini penting? Sekalipun mereka tidak beli, setidaknya
mereka puas dengan pelayanan anda.. Dan bisa jadi, karena hal ini
mereka merekomendasikan anda ke teman – temannya.
Dan bahkan, kita paling males dengan penjual yang melayani ala
kadarnya. Kan?
Jadi tinggalkan kesan menarik, menyenangkan, ramah. Dengan
bahasa yang santun dan jangan lupa gunakan emoticon smile /
sticker yang lucu – lucu 🙂

3.Cegah mereka mengatakan ‘tidak’

Cegah audiens anda mengatakan tidak. Paling mudah, arahkan
mereka agar tidak ada pilihan untuk menjawab ‘tidak’. Seperti
contohnya…
“Hai kak, jadi order gak?”.
Pertanyaan diatas ada pilihan jadi / tidak? Maka ada kesempatan
mereka menjawab ‘tidak’.
Beda dengan pertanyaan, “Hai kak, mau order hari ini atau
besok?”.
Pertanyaan kali ini, mengarahkan mereka untuk memilih hari ini
atau besok. Jadi tak ada pilihan ‘tidak’.

4.Kumpulkan sebanyak mungkin persetujuan
mereka

Biasakan mereka setuju dengan anda minimal 3 kali. Pokoknya
buat kalimat – kalimat yang sulit ditolak sebanyak 3 kali saat awal
mereka chat dengan anda.

Karena, setelah 3 kali mereka menyatakan setuju, maka tinggal
anda giring kemanpun anda mau. Dan biasanya, mereka akan
mengikuti. Itu salah satu teknik dari NLP.

Contohnya…

CP : Halo kak..
A : Halo, ada yang bisa kami bantu kak?
CP : Iya nih.. Mau nanya dong, yang ini berapa ya?
A : Oooh produk yang itu ya kak?
CP : Iyaa.. ( 1 )
A : Yang itu hanya 100ribu. Boleh saya tau, kakak cari hijab yang
seperti apa?
CP : Yang syar’i
A : Wah bagus sekali.. Cari yang syar’i ya kak?
CP : Iya.. *dalam hati ( 2 )
A : Kakak mau yang warna cerah atau kalem?
CP : Mau yang kalem dong…
A : Baik kak, cari yang kalem ya?
CP : Iyaa *dalem hati ( 3 )
A : Ada warne krem, cokelat, abu, kakak pilih yang mana?
Dan seterusnya..
Perhatikan, sudah sebanyak 3 kali mereka setuju dengan
pertanyaan anda dan sulit ditolak. Maka, kalau sudah seperti ini,
tinggal lanjutkan dan arahkan agar mereka order.
Paham ya?
Tentu aja, anda bisa improvisasi dalam teknik ini. Pokoknya, anda
buat mereka menyatakan setuju sebanyak 3 kali.

5. Berikan form order

Setelah ada tanda – tanda mereka tertarik, segera arahkan untuk
mengisi form order. Form order berisi seperti :
Untuk order, silahkan kakak isi format dibawah ini

Nama :
Alamat kirim :
No tlp :
Barang yang dipesan :

Diatas adalah contoh sederhananya. Anda bisa buat lebih kreatif
lagi.
Dengan memberikan form order ini, akan mengikat dan membuat
komitmen dengan calon pembeli. Biasanya setelah komitmen,
mereka akan serius.
6.Tidak membingungkan
Upayakan, chat anda tidak membuat calon pembeli bingung.
Seperti cara – cara order yang ribet dan membingungkan. Juga
biasakan mudahkan mereka, dengan pilihan transaksi. Seperti
boleh transfer ke BCA, mandiri, BRI, atau bank – bank besar
lainnya.

7. Follow Up 2x ( Sopan & Desakan elegant )

Follow up ini dampaknya besar dalam closingan. Terus terang,
penjualan saya banyak terbantu setelah di follow up.
Pertanyaannya, follow up seperti apa yang terbaik?
Follow up yang saya sarankan tidak lebih dari 2x. Mengapa
demikian? Karena jika terlalu sering memfollow up, calon pembeli
malah menjadi malas dan jengkel dengan anda. Kesannya
mengejar – ngejar mereka.

Dan biasanya setelah 2x follow up mereka belum juga melakukan
transfer, keadaannya akan menjadi berubah. Yang tadinya sudah
HOT traffic, akan berubah menjadi COLD kembali…
2 kali follow up yang bisa anda praktekkan, diantaranya :
Follow up pertama kali dengan santun dan tugasnya hanya
mengingatkan.

Contohnya seperti :

“Halo kak Jesie, terimakasih sudah order Hijab di hijabanu.com.
Silahkan transfer senilai Rp. 120.000,- ke rekening BCA 1234567 a/
n Jono. Produk ini, hanya bisa di keep 1 hari :)”
Kemudian, jika kemudian hari calon pembeli masih belum
melakukan transfer, lakukan follow up desakan dengan bahasa
yang tetap santun.

Contohnya seperti :

“Halo kak Jesie, hanya mengingatkan. Hijabnya sudah kami
siapkan. Hari ini, terakhir pembayaran. Berhubung produk ini
rebutan, maka besok sudah kami jual kembali ke orang lain..
Silahkan selesaikan pembayaran, agar Hijab ini menjadi milik mba
Jesie. Terimakasih :)”

8.Bangun kedekatan

Bangun kedekatan dengan calon pelanggan anda. Kedekatan yang
saya tekankan, sebisa mungkin personal touch. Ini sangat penting,
karena 83% orang membeli produk karena menyukai penjualnya.
Apa yang bisa anda lakukan?

  1.  Panggil nama mereka dengan sopan
  2.  Lakukan interaksi ( broadcast edukasi ), dengan intens meskipun
    mereka tidak membeli
    Pertama, panggil nama mereka dengan sopan. Bagaimana anda
    bisa mengetahui namanya? Paling mudah,

tanyakan ke mereka
langsung. Dan ini yang dilakukan oleg perusahaan – perusahaan
besar.
Coba jika anda telpon halo BCA ( Layanan Telepon BCA ). Maka
pertama kali yang diucapkan oleh mereka kurang lebih seperti ini :
“Halo, terimakasih sudah menghubungi Halo BCA, boleh saya tau
dengan siapa saya bicara?”

Kemudian kita menjawab, Halo.. Saya Budi.
“Halo Bpk Budi.. Perkenalkan saya dengan Desi. Silahkan pak, ada
yang bisa kami bantu?”

Nah perhatikan percakapan diatas.. Pihak layanan menanyakan
nama konsumen dan setelah itu memperkenalkan diri.. Ini
tujuannya apa? Sekali lagi, untuk langkah PDKT alias pendekatan.
Apa yang bisa anda lakukan? Tiru saja script perusahaan besar
tadi! Maka setiap ada chat, tanyakan namanya siapa.

Contoh..

CP : Halo..
A : Hai kak, terimakasih sudah menghubungi kami.. Sebelumnya,
boleh tau dengan kakak siapa saya chat? 🙂
CP : Saya Ina..
A : Halo kak Ina, senang bisa menyapa kakak.. Perkenalkan saya
Septi. Apa yang bisa dibantu kak Ina?
… Dan seterusnya…
Paham kan ya? Silahkan praktekkan.

9. Rubah penolakan jadi peluang emas!

Nah ini adalah bagian terakhir. Banyak juga yang alami penolakan.
Tak perlu mengeluh, menyerah, rubah penolakan mereka jadi
peluang emas. Yang awalnya tak mau membeli, rubah agar mau
beli. Bagaimana caranya?

  1.  Ketahui alasan penolakannya
  2.  Setujui penolakan mereka
  3.  Rubah pandangan mereka menjadi setuju dengan anda

Contoh :

CP : Nanti deh ya.. Mahal. ( Perhatikan, masalahnya adalah ‘mahal’.
Maka tinggal setujui penolakan mereka )

A : Wah setuju kak Ina.. Harga memang harus jadi pertimbangan. (
Ini persetujuan kita )
A : Tapi kak, bukankah ada harga, ada kualitas? Kebetulan produk
kami berkualitas.. terbuat dari bahan baja ( Lebay dikit 😀 ),
sehingga harga segitu untuk jangka waktu yang panjang. Banyak
yang murah tapi gak tahan lama.. ( Disini, menggiring dia agar
setuju dengan kita )
CP : Hmmmm.. Iya juga yaa.
A : Jadi, mau beli hari ini atau besok kak?
Dan seterusnya.
Sampai sini paham kan ya?
Silahkan praktek sebanyak – banyaknya.. !
Terakhir, setelah terjadi transaksi, biasakan berikan sesuatu yang
tak terduga. Pada saat mengirim barang, berikan sesuatu yang tak
terduga. Seperti bonus – bonus kecil yang tak disangka oleh
pembeli, kualitas yang sangat memuaskan, surat tanda
terimakasih, voucher diskon, dan seterusnya..

Hal ini akan membuat mereka puas dan unexpected ( diluar dugaan
). Biasanya kata – kata yang terlontar : “WOW!”. Nah kalo sudah
wow, mereka akan merekomendasikan teman – temannya membeli
produk anda.. Entah melalui media social, entah secara langsung.
Dan ini akan seperti bola salju yang bergulir semakin besar.
Silahkan praktekkan, semoga bermanfaat.

"Closing sesungguhnya bukan tugas kita,Tetapi tugas Allah,
tugas kita hanya berikhtiar SEMAXIMAL mungkin,Setelah itu serahkan semuanya ke Allah"

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *